Bunda Niken sebagai Pemateri dalam Seminar Nasional Stunting dan 8000 Hari Pertama Kehidupan oleh FIK UMMAT

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Stunting dan 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)”. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Golden Palace Mataram pada hari Rabu tanggal 4 Maret 2020. Acara ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ibu Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah Aisyiyah (AIPKEMA) Dr. Mufdlilah, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram Dr. H. Arsyad Abdul Ghani, M.Pd., Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Aisyiyah, Ketua Badan Harian, jajaran dekanat fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala BKKBN Provinsi NTB, dan beberapa tamu undangan lainnya. Jumlah peserta pada kegiatan seminar nasional ini berjumlah sekitar 350 peserta yang berasal dari praktisi, mahasiswa, instansi pemerintahan, dan masyarakat umum.

Dalam rangkaian kegiatan ini, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram (FIK UMMat), Nurul Qiyaam, M.Farm., Apt. Klin., memberikan pemaparan tentang kegiatan seminar nasional yang diadakan tersebut. Kegiatan ini merupakan suatu kontribusi FIK UMMat dalam membantu meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa serta peran aktif dan positif dalam membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam mewujudkan visinya yakni Mewujudkan Nusa Tenggara Barat yang Gemilang dengan peningkatan kesadaran akan kualitas generasi NTB kedepannya. Dalam kesempatan itu juga, Dekan FIK UMMat mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP PKK Provinsi NTB, Ibu Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., yang telah menyempatkan hadir dan membuka kegiatan. Selain itu dalam kegiatan seminar nasional yang diadakan sebagai rangkaian kegiatan Rakernas AIPKEMA, Dekan FIK UMMat juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Rakernas yang datang dari seluruh provinsi di Indonesia. Dekan juga melaporkan bahwa kegiatan seminar nasional tersebut dihadiri oleh 67 peserta yang berasal dari 33 Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah Aisyiyah.

Rektor UMMat, Dr. H. Arsyad Abdul Ghani, M.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan tersebut. Kegiatan ini juga diyakini dapat memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat bahwa stunting dapat mulai dihindari dan dientaskan dari pola individu.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh keynote speaker oleh Ketua TP PKK Provinsi NTB, Ibu Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., yang mensosialisasikan kepada masyarakat tentang upaya-upaya aktif Pemerintah Provinsi NTB yang bekerja sama dengan PKK Provinsi NTB dalam mengatasi stunting dan menciptakan generasi gemilang. Ibu Hj. Niken Zulkieflimansyah juga menyampaikan upaya kecil yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan stunting yang dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan secara resmi dengan pemukulan gong.

Bunda Niken membuka acara dengan memukul gong pada acara seminar nasional (sumber: radarlombok)

Setelah rangkaian pembukaan dibuka secara resmi, seminar nasional dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi panel yang disampaikan oleh Bpk Marjito, S.Si., SKM., M.Kes (Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi NTB), Wayan Mujungasih, S.ST., S.Sos (Pimpinan Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia Provinsi NTB), dan Dr. Mufdlilah, M.Sc (Ketua AIPKEMA) yang dipandu oleh Ketua Program Studi S1 Kebidanan FIK UMMat. Materi yang disampaikan berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB serta upaya yang dilakukan dengan lintas sektoral dan peran aktif serta fungsi bidan dan tenaga kesehatan lainnya sebagai tenaga kesehatan pertama yang berjumpa langsung dengan lini masyarakat umum. Ketua AIPKEMA juga menambahkan bahwa kebijakan fokus 1000 HPK yang sudah lazim didengar oleh masyarakat dan diterapkan di NTB disarankan untuk ditinjau kembali keberhasilannya dan mengusulkan menambahkan fokus perhatian hingga 8000 HPK. Hal ini disebabkan karena stunting merupakan sebuah siklus rantai yang sukar terputuskan sehingga perhatian perlu diberikan hingga fase kehidupan remaja akhir (8000 HPK) tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *